Minggu, November 14, 2010

Tips Buang Air Besar

Suatu penyakit atau luka dapat mempengaruhi saraf yang mengontrol pergerakan usus. Hal itu dapat memicu berbagai hal, mulai dari diare, susah buang air besar (BAB) alias sembelit hingga kesulitan untuk menahan buang air.
Dokter biasanya akan merekomendasikan rutinitas khusus untuk memperbaiki kondisi usus. US National Library of Medicine menawarkan beberapa saran yang dapat membantu, antara lain :
• Coba untuk menentukan suatu waktu untuk BAB secara rutin. Waktu terbaik yaitu setelah waktu makan atau sesaat setelah mandi di pagi hari.
• Jangan tergesa-gesa. Rileks dan sabar. Berikan waktu hingga 45 menit, jika diperlukan.
• Gosok perut Anda secara perlahan untuk membantu pergerakan usus besar sehingga BAB lancar.
• Segera bergegas ke toilet jika Anda merasakan untuk BAB. Jangan pernah ditunda.
(republika)

Tips Saat Berkebun

Berkebun bisa menjadi hobi yang mendukung kesehatan tubuh. Tanpa disadari, kegiatan berkebun bisa membakar kalori sekaligus menjadi aktivitas fisik yang positif. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan demi menjaga keselamatan saat berkemun.

Beberapa saran dari US Centers for Disease Control and Prevention untuk menjaga keamanan saat berkebun, antara lain:
• Gunakan celana panjang, kacamata khusus serta sepatu yang dapat mendukung tubuh Anda ketika sedang memotong rumput atau menggunakan mesin lainnya.
• Lindungi telinga Anda ketika menggunakan mesin di kebun.
• Pakai sarung tangan untuk mencegah luka dan iritasi kulit.
• Gunakan pembasmi hama yang mengandung zat kimia DEET, pakai sepatu boot yang tinggi dan pastikan celana Anda dimasukkan kedalam kaus kaki atau sepatu untuk menghindari gigitan nyamuk atau serangga lain.
• Lindungi diri Anda dari paparan sinar matahari dengan baju tangan panjang, topi lebar, losion pelindung serta kacamata. (HealthDay)

Minggu, Februari 28, 2010

Saatnya Berinvestasi Sekarang!

Memang, rendahnya suku bunga saat ini membuat kita mesti berhitung ulang dengan semua rencana keuangan kita, terutama apabila kita menjadikan deposito sebagai wadah penempatan uang utama kita karena imbal hasil yang sepertinya tidak ada artinya lagi apalagi bila dibandingkan dengan inflasi.

Di saat seperti ini kita dituntut untuk lebih kreatif dalam berinvestasi. Bila kita terlalu bergantung pada deposito, ada risiko bahwa kita tidak akan dapat mencapai tujuan finansial kita dimasa mendatang, terutama bila suku bunga sedang ?tiarap? seperti sekarang ini.

Mari kita lihat ilustrasi berikut ini. Misalkan kita ingin menyekolahkan anak yang saat ini berusia 5 tahun keluar negeri pada saat sang buah hati berumur 18 tahun, dan uang yang dibutuhkan saat ini setara dengan Rp500 juta. Dengan asumsi adanya inflasi biaya pendidikan di luar negeri, maka uang yang Klabers butuhkan 13 tahun mendatang kemungkinan melonjak setara dengan Rp943 juta.

Nah, uang yang harus kita sisihkan untuk memenuhi kebutuhan ini sangat tergantung dari imbal hasil (return) investasi kita. Misalkan kita menaruhnya pada rekening tabungan yang hanya berbunga dua persen net setahun, maka pendapatan yang harus kita sisihkan adalah sekitar Rp5.260.000 per bulan.

Bila kita memasukkan ke dalam deposito yang berbunga enam persen net setahun, maka dana yang kita butuhkan turun menjadi sekitar Rp3.970.000 per bulan. Nah, bila Klabers memasukkannya ke dalam Reksa Dana yang menghasilkan 10 persen net setahun, maka bulanan yang harus disisihkan akan turun lagi menjadi sekitar Rp2.930.000 dan seterusnya. Terlihat bukan, pentingnya menginvestasikan uang kita pada instrumen yang tepat?

Yang harus Klabers perhatikan bahwa mengejar return harus diseimbangkan dengan tingkat risiko yang dapat dan berani Klabers ambil. Salah satu prinsip utama dalam keuangan adalah semakin tinggi tingkat return yang ditawarkan, maka risikonya akan semakin besar. Jadi, jangan sampai dalam rangka memenuhi kebutuhan di masa mendatang, Klabers menjadi ceroboh dan mengambil risiko melebihi tingkat risiko yang dapat Klabers terima.

Dalam berinvestasi, berikut adalah tips-tips yang mungkin berguna bagi Klabers sekalian:

1. Mulailah sedini mungkin, faktor waktu sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia Anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.
2. Tentukan tujuan investasi secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata,) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda.
3. Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya 10 persen hingga 30 persen dari pendapatan bulanan.
5. Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.
6. Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya, seperti tingkat risiko dan imbal hasilnya secara historis. Jangan lupa dengan ekspektasi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan ekspektasi Anda sendiri.
7. Jika melirik investasi aset finansial, pilihlah perusahaaan investasi yang memiliki Badan Pengawas, jika Lembaga Perbankan memiliki ijin dari Bank Indonesia sedangkan Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.
8. "Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang". Buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile Anda.
9. Jangan pernah lupa, Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko. Jadi berhati-hatilah jika ada penawaran investasi yang memberi keuntungan tinggi tanpa risiko.
10. Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan perencana keuangan Anda.

Jadi, mulailah mengira-ngira kebutuhan mendatang kita, dan buatlah rencana keuangan untuk memenuhi tujuan finansial tersebut. Warren Buffet pernah mengatakan kalau ia mulai berinvestasi pada umur 11 tahun dan dia menyesal tidak mulai lebih awal. Jadi, jangan ditunda lagi, mulailah berinvestasi sekarang!!! (KeluargaCerdas123.com)

Minggu, Februari 21, 2010

5 Cara Menulis Cepat dan Efektif

Apakah Anda sering menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer hanya untuk membuat sebuah artikel atau satu postingan blog? Jika ya, Anda berarti harus belajar bagaimana menulis artikel yang cepat dan efektif.

Anda harus benar-benar menggunakan waktu yang ada dengan benar dan mencoba menulis lebih banyak artikel dalam waktu singkat. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika menulis sebuah artikel atau postingan blog:

1.Tutup aplikasi lain
Apakah Anda pernah menginstal software? Kadang kala, kita diperintahkan untuk menutup aplikasi lain saat menginstal sebuah software karena akan menghambat proses instalasi. Sama halnya ketika Anda menulis sebuah artikel atau postingan. Pertama, tutuplah aplikasi chatting Anda. Chatting akan memakan sebagian besar waktu Anda. Selanjutnya, tutup aplikasi e-mail Anda. Jangan buka aplikasi apapun, selain aplikasi untuk menulis. Silakan saja membuka browser kalau ingin mencari beberapa referensi, namun segera tutup jika sudah tidak diperlukan lagi.

2.Lakukan riset sebelum menulis
Lakukan riset (penelitian) sebelum mulai menulis artikel. Ini akan membantu Anda untuk menulis artikel secara efektif. Melakukan riset sebelum menulis juga akan menghasilkan konten yang berkualitas. Dengan melakukan riset, Anda dapat membuat artikel yang lebih panjang dan mendalam.

3.Atur jadwal
Akan lebih baik jika Anda menyiapkan sebuah jadwal agar menghemat waktu. Alokasikan waktu yang tepat untuk setiap kegiatan yang dilakukan, misalnya 15 menit untuk mengumpulkan referensi, 5 menit untuk memilih gambar, 30 menit untuk menulis artikel dan sisanya untuk menentukan judul yang menarik. Dalam waktu kurang lebih satu jam, Anda seharusnya sudah dapat menghasilkan artikel yang berkualitas dan menarik.

4.Cek ulang tulisan
Banyak orang yang langsung menerbitkan tulisannya tanpa terlebih dulu mengecek ulang karena keterbatasan waktu. Padahal mengecek ulang tulisan sangat penting dilakukan untuk meminimalisir kesalahan seperti ejaan, bahasa. Setelah selesai menulis, usahakan baca ulang artikel tersebut minimal sekali. Jika tidak punya waktu untuk melakukannya, minta bantuan seseorang atau kalau perlu bayar seseorang untuk melakukan tugas tersebut jika artikel yang harus dicek jumlahnya banyak.

5.Lakukan editing
Lakukan editing setelah selesai menulis artikel. Tempatkan gambar di tempat yang sesuai, jangan lupa mencantumkan sumber gambar jika diperlukan. Selanjutnya preview artikel sebelum di-publish. Jika hasilnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan, silakan mempublikasikan artikel tersebut. Jika tidak, lakukan editing ulang.

Menulis artikel berkualitas dalam waktu singkat bukanlah tugas yang mudah, tetapi jika Anda melakukan persiapan dan melakukan proses secara terstruktur, menulis akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. (blogdetik)

Yuk Rancang Pesta Pernikahan Ramah Lingkungan!

Tak ada kata terlambat untuk menyelamatkan bumi kita dari kerusakan. Sebagai calon pengantin, banyak yang bisa Anda lakukan untuk alam dan lingkungan. Yuk rancang pesta pernikahan ramah lingkungan!

Kartu Undangan
Bayangkan berapa pohon yang harus ditebang saat Anda mencetak ratusan kartu undangan. Lebih baik desain kartu undangan Anda sedemikian rupa agar menghemat kertas. Misalnya kurangi sisipan-sisipan seperti undangan pengajian, akad nikah dan sebagainya. Jika memungkinkan jadikan sisipan-sisipan itu menjadi satu halaman saja.

Untuk menghemat jumlah undangan, pilihlah kerabat yang akan Anda kirimkan undangan. Jika bisa mengirim undangan lewat milis, jejaring sosial atau email sebaiknya lakukan saja. Selain menghemat budget, Anda juga ikut mengurangi pemakaian kertas.

Jika memungkinkan, pilihlah undangan dari kertas daur ulang. Biasanya harganya memang lebih mahal, namun, tak ada harga yang terlalu mahal untuk menyelamatkan bumi bukan?



Souvenir
Daripada memilih souvenir dengan harga yang mahal namun kurang berfungsi, lebih baik pilih souvenir ramah lingkungan, misalnya bibit pohon. Anda sekaligus bisa memberi kesadaran kepada para tamu yang datang untuk lebih peduli lingkungan. Tanaman hias di pot kecil yang cantik juga bisa menjadi pilihan souvenir yang indah namun eco friendly.


Bunga Papan
Pemberian bunga papan adalah hal lumrah di setiap pesta pernikahan. Namun tahukah Anda bahwa sampah styrofoam yang menjadi bahan baku bunga papan tidak bisa diurai dan sangat berbahaya bagi lingkungan. Sebaiknya imbau para tamu atau kolega Anda untuk mengubah hadiah bunga papan dengan tanaman atau bibit pohon. Hal itu akan menambah jumlah tanaman hijau yang bisa menyerap udara kotor. (Amelia Ayu Kinanti - wolipop)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com